Selasa, 03 Desember 2013

siklus akuntansi

KATA PENGANTAR
  Puji syukur dipanjatkan kehadirat Ida Sang Hyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa karena berkat Asung Kerta Wara NugrahaNya penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Siklus Akutansi” ini tepat pada waktunya.
Penyusunan makalah ini bertujuan untuk memenuhi salah satu tugas mata Kuliah Akutansi sebagai nilai tugas.
Penulis menyadari bahwa penulisan proposal ini masih jauh dari sempurna, mengingat keterbatasan pengetahuan dan pengalaman yang kami miliki. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun dari berbagai pihak demi kesempurnaan pada pembuatan proposal berikutnya.
Besar harapan penulis, semoga pembuatan proposal ini ada manfaatnya bagi pembaca, khususnya bagi mahasiswa.



Singaraja,    Desember 2011

Penulis























BAB I
PENDAHULUAN

Berdasarakan kegiatan usaha Perusahaan digolongkan menjadi 3 yaitu;
Perusahaan Jasa adalah Perusahaan yang kegiatannya menyediakan dan menjual jasa contohnya: Usaha Bengkel, Usaha salon, Usaha Jasa Angkutan dan lain-lain.
Perusahaan Dagang adalah Perusahaan yang kegiatan usahanya membeli
 Barang dan menjualnya kembali tanpa mengubah sifat atau keadaan barang  tersebut. Contohnya UD jaya, UD Makmurdan lain-lain.
Perusahaan Pabrik/Industri/Manufaktur adalah perusahaan yang kegiatan usahanya membeli bahan baku dan mengolahnya menjadi produk jadi yang siap dijual.
Pembatasan Masalah
1.      Pengertian siklus akuntansi
2.       Langkah-langkah dalam siklus akuntansi
3.       Pedoman dalam menyusun laporan keuangan.
4.       Proses  untuk menghasilkan suatu laporan keuangan

Tujuan.

1.      Mengetahui apa yang dimaksud dengan Siklus akuntansi. 
2.      Mengetahui Langkah-langkah dalam Siklus Akuntansi.
3.      Mengetahui pedoman dalam menyusun Laporan keuangan.

4.      Mengetahui bagaimana proses  untuk menghasilkan suatu laporan keuangan .

BAB II  
PEMBAHASAN

Siklus Akuntansi
Pengertian Siklus akuntansi
 Siklus akuntansi adalah suatu proses penyediaan laporan keuangan perusahaan untuk suatu periode waktu tertentu. Siklus ini dimulai dari terjadinya transaksi, sampai penyiapan laporan keuangan pada akhir suatu periode. Apabila digambarkan, siklus akuntansi dapat dinyatakan sebagai berikut:








Neraca awal periode
 

 




 


 


Pencatatan dalam Buku Harian (Jurnal)
 
 



















Neraca Lajur (Work Sheet)

 


 















 1. TRANSAKSI
Transaksi usaha adalah kejadian yang dapat mempengaruhi posisi keuangan dari suatu badan usaha dan juga sebagai hal yang handal/wajar untuk dicatat. Transaksi ini biasanya dibuktikan dengan adanya dokumen.
Sebagai contoh transaksi yang dapat terjadi dalam suatu perusahaan adalah: pembayaran rekening telepon bulanan, pembelian barang dagangan secara kredit, pembelian tanah dan gedung, dan lain sebagainya.
Suatu transaksi tertentu dapat menimbulkan peristiwa atau keadaan yang mengakibatkan transaksi lainnya. Misalnya, pembelian barang dagangan secara kredit akan disusul dengan transaksi lainnya, yaitu pembayaran kepada kreditor.

2. PEMBUATAN BUKTI ASLI.
Sebagaimana disebutkan diatas transaksi yang terjadi biasanya dibuktikan dengan adanya dokumen. Suatu transaksi baru dikatakan sah atau benar bila didukung oleh bukti- bukti yang sah, akan tetapi harus pula disadari bahwa ada transaksi-transaksi yang tidak mempunyai bukti secara tertulis, misalnya pencurian barang dagangan. Transaksi ini merupakan transaksi yang bersifat luar biasa.
Semua transaksi baik yang terjadi secara rutin atau tidak merupakan bahan untuk menyusun laporan keuangan dengan jalan mencatat dan mengolah transaksi itu lebih lanjut.
Bukti-bukti asli yang dapat mendukung setiap terjadinya transaksinya transaksi antara lain : kwitansi, faktur dan bentuk – bentuk lain.4
􀂙 Kwitansi
Kwitansi merupakan bukti bahwa seseorang atau badan hukum telah menerima sejumlah uang tunai.
􀂙 Faktur Penjualan atau Pembelian
Setiap penjualan secara kredit memerlukan bukti yang disebut faktur. Bagi si penjual faktur tersebut merupakan faktur penjualan sebaliknya faktur yang dikirimkan kepada sipembeli merupakan faktur pembelian.
􀂙 Bukti-bukti lain
Disamping kwitansi dan faktur terdapat bukti lain, misalnya: nota-nota dari Bank (nota debet atau nota kredit) , serta bukti pengirirnan atau penerimaan barang



3. PENCATATAN DALAM BUKU HARIAN (JURNAL).
Secara umum jurnal terdiri dari jurnal umum dan jurnal khusus. Pada kesempatan ini kita akan membahas jurnal umum saja. Transaksi dicatat pertama kali yang disebut Buku Harian (Jurnal). Jurnal adalah suatu catatan kronologis dari transaksi entitas. Sebagaimana di tunjukkan oleh nama-nma kolom, jurnal memberikan informasi berikut:
􀂙 Tanggal, merupakan hal yang sangat penting karena memungkinkan kapan terjadinya transaksi
􀂙 Nama perkiraan.
􀂙 Kolom debet, menunjukkan jumlah yang didebet
􀂙 Kolom kredit, menunjukkan jumlah yang dikredit.

Proses pencatatan mengikuti lima langkah berikut ini:
a.       Mengidentifikasikan transaksi dari dokumen sumbernya, misalnya dari slip deposito bank, penerimaan penjualan dan cek
b.      Menentukan setiap perkiraan yang dipengaruhi oleh transaksi tersebut dan mengklasifikasikan berdasarkan jenisnya (aktiva, kewajiban atau modal).
c.       Menetapkan apakah setiap perkiraan tersebut mengalami penambahan atau pengurangan yang disebabkan oleh transaksi itu.
d.      Menetapkan apakah harus mendebet atau mengkredit perkiraan.
e.       Memasukkan transaksi tersebut kedalam jurnal.

Bentuk jurnal umum adalah

“Nama Perusahaan”
Jurnal Umum
Per ….tangga/bulan/tahun
Halaman : (1)
Tanggal
No Bukti
Nama Akun dan Keterangan
Ref
Debet
Kredit
(2)
(3)
(4)
(5)
(6)
(7)

Keterangan :
(1) Diisi dengan nomor halaman jurnal secara berurutan.
(2) Diisi dengan tanggal terjadinya transaksi secara berurutan dengan kronologis terjadinya transaksi.
(3) Diisi nomor surat bukti transaksi.
(4) Diisi dengan nama akun yang di debet ditulis terlebih dahulu, baris bawahnya ditulis akun yang di kredit dan ditulis menjorok ke sebelah kanan. Selanjutnya baris bawahnya ditulis penjelasan ringkas transaksi yang bersangkutan.
(5) Diisi nomor kode akun, tetapi ingat nomor kode akun ini diisi hanya jika akan diposting ke buku besar.
(6) Dan (7) diisi dengan jumlah rupiah dari akun yang di debet maupun yang di kredit.
Sebelum bukti transaksi keuangan dicatat dalam jurnal, terlebih dahulu dilakukan analisis untuk menentukan pengaruhnya terhadap akun-akun di perusahaan. Pola pencatatan transaksi dalam jurnal diatur dalam sebuah mekanisme Debet dan Kredit. Pengertian Debet dalam Akuntansi menunjukan sisi sebelah kiri dan Kredit menunjukan sebelah kanan. Mekanisme Debet dan Kredit terlihat dalam tabel sebagai berikut :
Mekanisme Debet dan Kredit

No
Jenis Akun
Keterangan
Bertambah
Berkurang
1
HARTA
DEBET
KREDIT
Harta jika bertambah dicatat di Debet Harta jika berkurang dicatat di Kredit
2
UTANG
KREDIT
DEBET
Utang jika bertambah dicatat di Kredit Utang jika berkurang dicatat di Debet
3
MODAL
KREDIT
DEBET
Modal jika bertambah dicatat di Kredit Modal jika berkurang dicatat di Debet
4
PENDAPATAN
KREDIT
DEBET
Pendapatan jika bertambah dicatat di Kredit Pendapatan jika berkurang dicatat di Debet
5
BEBAN
DEBET
KREDIT
Beban jika bertambah dicatat di Debet Beban jika berkurang dicatat di Kredit

4. PENCATATAN BUKU BESAR DAN BUKU TAMBAHAN.
Buku besar adalah buku utama pencatatan transaksi keuangan yang mengkonsolidasikan masukan dari semua jurnal akuntansi. Buku besar merupakan dasar pembuatan laporan neraca dan laporan laba/rugi. Buku besar dapat memberikan informasi saldo ataupun nilai transaksi untuk setiap kode perkiraan dalam suatu periode akuntansi tertentu.
Buku besar ada 4 jenis yaitu :
·         BENTUK “T”
  BENTUK “2 KOLOM”
  BENTUK “4 KOLOM”
  BENTUK “3 KOLOM”

  BENTUK “T”
               Nama akun








  BENTUK “2 KOLOM”

Nama Akun :


 No Akun :

Tgl
Keterangan
Ref
 Debet
Tgl
 Kredit
















































  BENTUK “3 KOLOM”
Nama Akun :


 No Akun :

Tgl
Keterangan
Ref
 Debet
 Kredit
 Saldo

























  BENTUK “4 KOLOM”
Nama Akun :



 No Akun :

Tanggal
Keterangan
Ref
 Debet
 Kredit
 Saldo
 Debet
 Kredit














                       -  










Posting Jurnal pada Buku Besar 
Yang dimaksud dengan posting di sini adalah membukukan dengan cara memindahbukukan dari jurnal ke dalam perkiraan masing-masing yang relevan di buku besar. Pemindah bukuan perkiraan memiliki buku berarti memindahkan jumlah dari jurnal kedalam perkiraan yang sesuai dalam buku besar. Debet dalam jurnal dipindahkan sebagai debet dibuku besar, dan kredit dalam jurnal dipindahkan sebagai kredit dalam buku besar.

a. Buku Besar Umum (Ledger)
Untuk memudahkan menyusun informasi yang akan diberikan kepada pihak-pihak yang memerlukannya terutama pimpinan perusahaan rnaka perkiraan-perkiraan yang sudah dihimpun didalam buku harian tersebut harus pula dipisah-pisahkan atau digolongkan menurut jenisnya. Menggolongkan perkiraan menurut jenis perkiraan tersebut dinamakan menyusun buku besar itu merupakan penggolongan perkiraan menurut jenisnya.
Jumlah buku besar yang dimiliki perusahaan tergantung pada banyaknya jenis perkiraan yang ditimbulkan oleh transaksi-transaksi perusahaan tersebut, karena masing-masing jenis besarnya sendiri- sendiri.
Judul kolom yang mengidentifikasikan perkiraan buku besar menampilkan: Tanggal, Kolom item, Kolom debet, berisi jumlah yang didebet, dan Kolom kredit, berisi jumlah yang dikredit.

Sebagai contoh, pada “Bengkel Adi” memiliki akun hutang dan piutang  sebagai berikut :
Contoh Buku Besar Umum
Nama Akun : Hutang Usaha



No Akun :
211
Tanggal
Keterangan
Ref
 Debet
 Kredit
 Saldo
 Debet
 Kredit
 Desember 04

 Dibeli peralatan dari UD Bima
Ju.1 

1.500.000 

 1.500.000 

05 

Dibeli perlengkapan  dari UD karya jati
Ju.1

500.000

2.000.000




















Nama Akun : Piutang



No Akun :
112
Tanggal
Keterangan
Ref
 Debet
 Kredit
 Saldo
 Debet
 Kredit
 Desember 03

 Pendapatan jasa dari Tuan Budi
Ju.1 
1.000.000

1.000.000


05 
Pendapatan jasa dari Toko Jaya
 Ju.1
1.000.000

2.000.000


06
 Pendapatan jasa dari Tuan Budi
 Ju.1
1.500.000

3.500.000











b. Buku Tambahan/pembantu (Sub Ledger)
Beberapa perkiraan memerlukan penjelasan secara terperinci untuk mendukung pas-pas Neraca dan Perhitungan Laba-Rugi. Pada perkiraan piutang diperlukan penjelasan kepada siapa kita berpiutang (nama langganan) dan berapa saldo masing-masing langganan. Pada perkiraan hutang diperlukan penjelasan kepada siapa kita berhutang (nama kreditur) dan berapa saldo masing-masing kreditur.
Untuk mengetahui perubahan saldo dari tiap-tiap langganan/ kreditur dibukalah perkiraan untuk tiap langganan/kreditur. Kumpulan yang dari terpisah perkiraan ini disebut buku besar tambahan (buku tambahan) . Perkiraan masing- masing langganan yang membentuk buku besar tambahan disebut buku besar langganan (buku besar piutang). Demikian juga perkiraan masing-masing kreditor yang membentuk buku besar tambahan disebut buku besar kreditor (buku besar hutang).
Gambar.3
Perkiraan piutang dalam buku besar umum merupakan ikhtisar dari perkiraan-perkiraan buku besar tambahan, sehingga perkiraan piutang itu disebut perkiraan kontrol (Controlling accounts) yang mengontrol buku besar piutang. Demikian juga halnya dengan perkiraan hutang.
Sumber pencatatan buku tambahan adalah dari buku controlling (perincian) piutang dan hutang tahun lalu dan transaksi, sehingga apabila digambarkan tampak seperti yang terdapat pada gambar 3.
Sebagai contoh, pada “Bengkel Adi” terdapat buku pembantu hutang dan tambahan piutang dan buku berikut buku sebagai berikut :

Buku Pembantu Piutang
Tuan Budi
Tanggal
Keterangan
Ref
D.
K.
Saldo
 Desember 03
06
Pendapatan Jasa
Pendapatan Jasa

Ju.1
Ju.1  
1.000.000
1.500.000

1.000.000
2.500.000

Toko Jaya
Tanggal
Keterangan
Ref
D.
K.
Saldo
 Desember 05

Pendapatan Jasa

Ju.1 
1.000.000

1.000.000

Buku Pembantu Hutang Usaha
UD Bima
Tanggal
Keterangan
Ref
D.
K.
Saldo
 Desember 04

 Dibeli peralatan
Ju.1 

1.500.000 
1.500.000 

UD karya jati
Tanggal
Keterangan
Ref
D.
K.
Saldo
 Desember 05

Dibeli perlengkapan 
Ju.1

500.000
500.000

Buku Controlling Piutang
Nama Kreditur
Saldo
Tuan Budi
Toko Jaya
2.500.000
1.000.000

3.500.000

Buku Controlling Hutang
Nama Debitur
Saldo
UD Bima
UD karya jati
1.500.000 
500.000

2.000.000

5. NERACA SALDO
Neraca saldo adalah suatu daftar dari saldo-saldo perkiraan ini, dan karenanya menunjukkan apakah total debet sama dengan total kredit. Jadi suatu neraca saldo merupakan suatu alat untuk mengecek atas kecermatan pencatatan dan pembukuan yang disusun pada akhir periode tertentu   
Contoh  :  Neraca saldo
Dalam neraca saldo terdapat hampir semua perkiraan pendapatan dan beban perusahaan. Dikatakan hampir semua, karena masih ada pendapatan dan beban yang mempunyai pengaruh lebih dari satu periode akuntansi. Itulah sebabnya neraca ini disebut dengan neraca saldo yang belum disesuaikan. Untuk itu diperlukan jurnal penyesuaian.







6. AYAT JURNAL PENYESUAIAN
AJP adalah aktivitas ayat jurnal yang dibuat pada akhir periode untuk membetulkan akun/perkiraan sehingga laporan yang dibuat berdasarkan akun tersebut dapat menunjukkan pendapatan, aktiva, dan kewajiban yang sesuai.

Perkiraan-perkiraan yang memerlukan penyesuaian antara lain ialah:
1. Biaya-biaya yang masih harus dibayar
2. Pendapatan yang masih harus diterirna
3. Biaya-biaya yang dibayar lebih dahulu
4. Pendapatan yang diterima lebih dahulu
5. Penyusutan bangunan, mesin-mesin dan lain-lain
6. Pemakaian perlengkapan (office supplies dan store supplies)
7. Kemungkinan piutang tidak dapat tertagih
      8. Persediaan Barang dagangan.

Contoh : Soal ajp











Jurnal penyesuaian adalah jurnal yang tidak didasarkan pada aktivitas transaksi tetapi didasarkan pada perhitungan atau keterangan tertentu.
 Contoh : Jurnal Penyesuaian










Contoh Neraca Saldo disesuaikan


7. NERACA LAJUR
Neraca lajur adalah suatu kertas yang berkolom-kolom atau berlajur-lajur yang direncanakan secara khusus untuk menghimpun semua data-data akuntansi yang dibutuhkan pada saat perusahaan akan menyusun laporan keuangan dengan cara sistematis.Sebenarnya neraca lajur lebih tepat disebut kertas kerja yang digunakan sebagai alat pembantu dalam menyusun laporan keuangan.
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa tujuan perubatan neraca lajur
adalah:
1.    Untuk memudahkan penyusunan laporan keuangan
2.    Untuk menggolongkan dan meringkas informasi dari neraca saldo dan datadata
3.    penyesuaian sehingga merupakan persiapan sebelum disusun lapoan keuangan yang formal
4.       Untuk memudahkan kesalahan yang mungkin dilakukan dalam pembuatan jurnal penyesuaian.


Contoh Nerac Lajur



8.  LAPORAN KEUANGAN
Cara penyiapan laporan keuangan yang terbaik adalah mempersiapkan laporan laba rugi terlebih dahulu, disusul dengan laporan perubahan posisi keuangan atau Laporan perubahan Modal dan terakhir adalah neraca. Elemen penting yang harus ada dalam laporan keuangan adalah: nama perusahaan, nama laporan, tanggal atau periode yang dicakup laporan, rangka laporan tersebut.
Panah-panah yang terdapat dalam Gambar dibawah ini, menunjukkan hubungan antara laporan laba rugi, laporan perubahan posisi keuangan dan neraca.
a) Laporan laba rugi mencerminkan laba bersih atau kerugian bersih yang diperoleh dengan mengurangkan beban dari pendapatan. Karena pendapatan dan beban juga merupakan perkiraan Laporan Perubahan Posisi Keuangan, maka selisih antara pendapatan dan beban tersebut (laba/kerugian bersih) akan dipindahkan kedalam Laporan Perubahan Posisi Keuangan.

b) Modal adalah dalam neraca, jadi nilai sisa akhir dalam Laporan Perubahan Posisi Keuangan akan dipindahkan kedalam neraca. Nilai ini merupakan elemen keseimbangan yang paling akhir dalam neraca.


Laporan laba rugi, adalah ikhtisar mengenai pendapatan dan beban suatu perusahaan untuk periode tertentu, sehingga dapat diketahu laba yang diperoleh dan rugi yang dialami.
Contoh Laporan Rugi/Laba

Laporan perubahan modal, adalah laporan yang menunjukkan perubahan modal untuk periode tertentu, mungkin satu bulan atau satu tahun. Melalui laporan perubahan modal dapat diketahui sebab-sebab perubahan modal selama periode tertentu

Contoh Laporan Perubahan Modal


Neraca, adalah suatu daftar sistematis yang memuat informasi mengenai aktiva, utang dan modal suatu perusahaan pada akhir periode tertentu. Disebut sebagai daftar yang sistematis, karena neraca disusun berdasarkan urutan tertentu. Dalam neraca dapat diketahui berapa jumlah kekayaan perusahaan, kemampuan perusahaan membayar kewajiban serta kemampuan perusahaan memperoleh tambahan pinjaman dari pihak luar. Selain itu juga dapat diperoleh informasi tentang jumlah utang perusahaan kepada kreditur dan jumlah investasi pemilik yang ada di dalam perusahaan tersebut.
Contoh Neraca
JURNAL PENUTUP
Jurnal Penutup ialah ayat jurnal yang memindahkan nilai sisa pendapatan, beban, dan pengambilan pribadi dari masing-masing perkiraan ke dalam perkiraan modal.
Langkah-langkah penutupan perkiraan suatu perusahaan adalah sebagai berikut:
1).  Mendebet setiap perkiraan Pendapatan sebesar nilai sisa kreditnya. Mengkredit Ikhtisar laba rugi sebesar jumlah total pendapatan. Ayat jurnal ini memindahkan jumlah total pendapatan kedalam sisi kredit dari Ikhtisar laba rugi.
2). Mengkredit setiap perkiraan beban sebesar nilai sisa debetnya. Mendebet Ikhtisar laba rugi sebesar jumlah total beban. Ayat jurnal ini memindahkan jumlah total beban ke dalam sisi debet dari Ikhtisar laba rugi.
3). Mendebet Ikhtisar laba rugi sebesar nilai sisa kreditnya dan mengkredit perkiraan modal.
4).  Mengkredit perkiraan Pengambilan Pribadi sebesar nilai sisa debetnya. Mendebet perkiraan modal pemilik perusahaan.
Untuk mengambarkan hal diatas, misalnya BIRO JASA DANI menutup buku pacta akhir Januari, maka jurnal penutupnya adalah:
Contoh Jurnal Penutup
Contoh Neraca saldo setelah penutupan


BAB III  
KESIMPULAN
Siklus akuntansi merupakan serangkaian langkah-langkah yang terjadi selama periode waktu yang telah ditentukan, sehingga menghasilkan Laporan keuangan yang berguna bagi para pemakai laporan keuangan, baik itu pihak internal maupun pihak eksternal. Untuk Membuat Laporan Keuangan, terdapat beberapa langkah, yang dikenal dengan Siklus Akuntansi yaitu ; Transaksi keuangan, Mencatat segala transaksi keuangan berdasarkan bukti asli transaksi dalam satu periode akuntansi, menggolongkan teransaksi ke Jurnal Umum, Membuat dan memposting  teransaksi ke Buku Besar, meingiktisarkan kedalam Neraca saldo, Membuat Jurnal Penyesuaian, meingiktisarkan kedalam Neraca saldo disesuaikan, membuat neraca lajur yang digunakan sebagai alat pembantu/memudahkan dalam menyusun laporan keuangan, menyusun laporan keuangan(Laporan Laba rugi, Leporan Perubahan Modal dan Neraca,), membuat jurnal penutup dan meingiktisarkan kedalam Neraca saldo setelah penutupan.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar